Rabu, 31 Maret 2021

SANG KOMANDAN BIROKRAT SEJATI

 





 

 Muhammad Januar Galang Rivaldan

Ilmu Pemerintahan

makassar,31 maret 2021



 

                                                    
                                                     SANG KOMANDAN

BIROKRAT SEJATI






Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH. MH (SYL) 

A. Latar Belakang Keluarga

        Syahrul Yasin Limpo dilahirkan pada tanggal 16 Maret 1955 di Ngawing, Makassar, Sulawesi Selatan. Ia merupakan anak kedua dari pasangan H. Muh. Yasin Limpo dengan Hj. Nurhayati Yasin Limpo. Ia memiliki beberapa orang saudara bernama Ichsan Yasin Limpo, Dewi Yasin Limpo, Abdul Haris Nasution Yasin Limpo, Irman Yasin Limpo, Tenri Olle Yasin Limpo serta Tenri Angka Yasin Limpo. Sang Komandan memiliki Anak : Indira Chunda Thita Syahrul Putri mantan Anggota DPR-RI, Kemal Redindo Syahrul Putra (ASN), Rinra Sujiwa Syahrul Putra STPDN (alm.) Sudah menjadi tradisi historis, dalam sejarah bangsa, bahwa sosok Anak tentara pada masa itu, pasti penuh dengan dinamika sosiokultural. Mulai dari gaya hidup, interaksi sosial, sampai pada pendidikan. Ayah Syahrul Yasin Limpo diketahui berprofesi sebagai seorang pejuang. Ayahnya Haji Muhammad Daeng Yasin Limpo berpangkat terakhir sebagai kolonel TNI yang pernah ikut berjuang ketika revolusi kemerdekaan. Penghargaan yang diterima adalah Bintang Gerilya dari pemerintah.

Sebagai seoarang tokoh masyarakat dan mantan Tentara, maka Ayah dari Syahrul Yasin Limpo ini pernah berpesan kepada anak-anaknya, dengan sebuah filosofi sebagai berikut “Jika anda ingin menjadi Pemimpin Yang Baik, maka Pikir saja yang Baik-baik”.

B. Sumber Pengalaman

      Kiprah Syahrul Yasin Limpo atau terkenal dengan tag line Komandan atau (SYL) dalam dunia birokrasi sudah tidak diragukan lagi, bahkan dapat dibilang Birokrat Sejati, yang langka di Indonesia, karena gubernur dua periode ini meniti karirnya dari bawah yakni PNS biasa, lalu Kepala Desa, kemudian Lurah di Kab. Gowa, camat di Gowa, kepala dinas, Sekda Gowa, bupati Gowa dua periode wakil gubernur satu periode, dan kemudian maju dalam Pilkada Gubernur hingga menjabat gubernur Sulsel dua periode.

      Selama menjabat Gubernur Sulsel dua periode, Sang Komandan membuat berbagai gebrakan, selain Pendidikan gratis, sektor pertanian dan industry yang dikembangkan yaitu produksi beras sebagai penopang produksi nasional, pusat pertumbuhan ekonomi regional di KTI, dan salah satunya pencetus kereta api Sulsel yang masih dalam tahap penyelesaian. Di dunia Birokrasi, dan sosial kemasyarakatan sang Komandan pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Gubernur se- Indonesia, IKA- LEMHANAS, memimpin beberapa ORMAS seperti AMPI Sulsel, FKPPI Sulsel, dan KOSGORO Sulsel, ORARI, kemudian Ketua DPD-I Golkar Sulsel, sebelum pindah ke Partai Nasdem dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dan selanjutnya dipercaya oleh Jokowi sebagai Menteri Pertanian RI. Jika dilihat dari latar pengalamannya di Birokrasi maka SYL pantas untuk menjadi Menteri. Dan jika untuk memilih, maka SYL tepat menjadi Mendagri atau Men-PAN-RB bukan Menteri Pertanian.

C. Modal Politik

      Kimberly L. Casey dalam “Defining Political Capital: A Reconsideration of Bourdieu’s Interconvertibility Theory”, berusaha memberikan definisi terhadap modal politik. Modal politik Casey dikaitkan dengan berbagai interpretasi. Casey mendefinisikan modal politik dengan menggabungkan berbagai definisi modal yang telah ada untuk membentuk definisi empiris yang berbasis modal politik dan proses yang terkait. Interpretasi modal yang sangat mempengaruhinya adalah berasal dari sosiolog Pierre Bourdieu. Pierre Bourdieu berusaha memetaforakan modal sebagai akumulasi atau fungsi dari sumberdaya.

      Menurut pendapat saya Modal politik adalah integrasi sumberdaya yang dimiliki seseorang yang bersumber dari sebuah sistim dan individu yang berproses dan membentuk pola interpersonalitas seseorang. Berdasarkan definisi ini maka dapat kita ketahui apa yang menjadi modal politik sang Komandan. Jadi dengan tugas ini dapat kita fahami bahwa sang Komandan memiliki modal politik yang terdiri dari akumulasi simbol individu seperti karakter, leadership style, perjalanan karir di birokrasi, dan prestasi. Jadi modal politik dalam interpretasi saya adalah integrasi nilai sosial dan individu termasuk nama besar keluarganya. Ketika modal politik ini masuk dalam arena publik, akan menjadi sebuah kekuatan narasi atau opini publik, dan ketika memasuki arena politik akan menjadi kekuatan eliktabilitas, dan disinilah akan mengalir yang namanya modal ekonomi, karena kekuatan-kekuatan tersebut akan berkontaminasi dengan kepentingan disekitarnya.

D. Jalan politik

      Jalan politik sang Komandan dalam deretan karir politiknya boleh dibilang sangat cemerlang. Dengan pengalaman dalam semua level birokrasi, akan membentuk modal sosial dan stigma positif dari masyarakat melalui prestasi baik sebagai Lurah terbaik, Camat Teladan dan Bupati Gowa dengan segudang prestasi. Salah satunya yang paling fantastis adalah pembangunan DAM-Bili-bili sebagai sumber air baku PDAM di kab. Gowa, kab. Maros, dan Kota Makassar.

      Syahrul Yasin Limpo memulai karir politiknya ketika ia bergabung sebagai Kader dari Partai Golkar bersama dengan Jusuf Kalla serta Aksa Mahmud. Setelah lama bertugas sebagai PNS dilingkup kota Makassar dan kabupoaten Gowa, dan Pemprov sulsel, Syahrul Yasin Limpo memberanikan diri untuk terjun ke dunia politik. Dan dengan prestasi dan kematangannya maka Pada pemilihan Gubernur 2002 sang Komandan yang saat itu, masih dalam status Bupati Gowa periode kedua tahun keempat, dipinang oleh HM. Amin Syam sebagai wakil Gubernur dan memenangkan pemilhan lewat DPRD saat itu mengalahkan psangan Nurdin Halid dan pasangan Aksa Mahmud, yang merupakan guru politiknya.

      Sukses sebagai wakil Gubernur, kemudian sang Komandan melawan petahana HM. Amin Syam dalam pemilukada secara langsung pada tahun 2007, dan memenangkan Pilkada Sulsel saat itu dengan perolehan suara tipis 51%. Dengan pengalaman dan kematangannya sebagai Gubernur, maka semakin memudahkan kemenangannya di periode kedua 2012-2017.

2. Cara Mendapatkan Kekuasaan

      Sesuai filosofi orang tuanya sebagai sang pemimpin, maka sang Komandan dalam mendapatkan kekuasaan bukanlah secara instan, bukan juga berdasarkan pada nama besar Yasin Limpo, akan tetapi melalui proses yang panjang dan bisa dibilang melelahkan. Perjalanan karir di birokrasi juga demikian, semua melalui prestasi dan kinerja yang dimiliki, sehingga bagi orang Bugis dan Makassar, sosok sang Komandan atau (SYL) selain tidak asing juga dikenal dengan kualitas SDM nya, dan satu hal lagi kelebihan SYL adalah selama menjabat sebagai Pejabat, belum pernah terlibat kasus Korupsi.

3. Cara Menggunakan Kekuasaan

      SYL atau sang Komandan dalam menggunakan kekuasaannya jika ditinjau dari leadership style beliau menggunakan integrasi gaya kepemimpinan seperti gaya instrukstif, gaya konsultatif, dan gaya partisipatif. Artinya integrasi dari gaya ini membuat sosok Komandan dihormati, dikagumi, disegani, dan dipanuti, baik di lingkungan birokrasi, maupun masyrakat. Dengan memahami dengan benar geo-politik di Sulawesi selatan, maka sang komandan mampu menjaga harmonisasi sosial dalam heterogenitas nilai budaya Sulawesi Selatan. Disamping memahami kondisi sosial ekonomi, maka dimasa kepemimpinannya Sulawesi Selatan menjadi sentra produksi pangan selain pulau Jawa, dan daerah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil di Indonesia. Bahkan beliau pernah mengatakan bahwa Rakyat Sulawesi selatan tidak akan kehabisan stok pangan, meski negara dalam keadaan krisis pangan.

4. Jalan Mengahiri Kekuasaan

      Banyak cara mengahiri kekuasaan, bisa karena periode waktunya, atau bisa seseorang terjerat masalah, atau meninggal dunia. Namun yang terjadi pada SYL adalah kekuasaannya diakhiri dengan berjalan masa. Artinya, dengan sjumlah prestasinya menjadi modal bagi SYL, sehingga dalam Pilpres 2019, SYL diperhitungkan oleh negara dan pemerintah untuk masuk dalam jajaran Kabinet Presiden Jokowi sebagai Menteri Pertanian. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, munculnya SYL dalam Kabinet  Jokowi adalah bukan sesuatu yang mengagetkan, karena pasca kehadiran Jusuf Kalla selama sepuluh tahun sebagai Wapres, masih ada sosok yang dapat menjadi andalan Sulawesi selatan di kancah nasional.

5. Post Power

      Bagi pemimpin didaerah sekelas SYL, belum dapat dikatakan adanya gejala Post power, karena pada saat ini SYL masih menjabat sebagai Menteri Pertanian RI. Namun SYL dengan komitmennya yang tinggi, beliau masih memiliki harapan-harapan yang lebih luas yaitu bagaimana menjadikan kembali Indonesia sebagai negara dengan ketahanan pangan yang kuat. Kekuasaan di Pemerintahan daerah dan nasional, akan menjadi jalan menuju pada sebuah titik kulminasi yang tentunya tidak terlepas dari Niat, Doa, Usaha, dan Tawakkal (NDUT) agar bisa mencapai derajat yang lebih tinggi. Selamat untuk Pemimpin ku. Ewako.........Komandan..........

 

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Universitas Muhammadiyah Malang: Pusat Inovasi Pendidikan di Timur Jawa

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi pusat unggulan dalam dunia pendidikan dan inovasi. Berikut...